My Poetry

Pengais Jalanan

Ketika dia seorang pengais jalanan
memungut sebuah sampah sampah jalanan, akhlak dia lebih tinggi, aku merasa malu.

Canda tawa dipinggir jalan, mungkin dia emang seumuran Ku.
Tapi dia patut bangga, keringatnya bukan dari mengemis ..

Kardus bekas ? Botol Aqua yang tidak dipergunakan lagi ?
Mereka tetap mengambilnya tanpa ada rasa malu ..

Hiruk pikuk di keramaian, tidak menggentarkan dia mencari sesuap nasi ..

Pejabat, penguasa negeri ini berjalan berlenggak lenggok dengan pakaian sosoknya ..
Sedangkan dia ? Hanya baju lusuh. Tapi, dimata Ku sama rakyat Ku :)

Diantara penguasa-penguasa yang sombong.
salah satu dari mereka dapat menebarkan senyum ..

Suatu anugerah aku bisa dapat berkenal dengan mu, suatu petaka aku dapat mengenalnya
Ah .. Tau apa aku !?

Ini kejam !? Ah, aku tidak merasakannya. Ini dunia ! Disana Akhirat ..



Kehilangan


Air yang turun dari langit, yang membasahi bumi ....

Angin yang berhembus kencang, menggoyangkan benda - benda yang di bumi ...

Apakah nasib hamba seperti ini ? Batu pun terbawa dengan air yang turun dari langit...

Manusia kedinginan akan angin beserta hujan ...

Apakah semua ini kehendak tuhan ?

Mereka hilang, dan kembali kepangkuan Mu ...

Ya tuhan ...

Aku tidak mau kehilangan untuk kesekian kalinya ...

Aku tidak takut MATI !Karena itu semua kehendak Mu !

Canda Tawa pun Menghilang, seperti di hembus angin yang kencang ...

Kadang Naluri seakan Membuyar ...

Seperti air hujan yang jatuh Ke bumi ...

Kini hanya batu Nisan yang Ku tatap...

Semua hanya tinggal kenangan, Kenangan yang paling indah ...

Yang akan Ku ingat selalu...

Sampai kapan Pun...

Sampai kapan Pun...

You Are My Best Friends ...

Nur Aziz Syakur ( Almrhm ) & Icuk Ferdian ( Almrhm )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar