Jumat, 08 November 2013

Coretan Masa Lalu

Tanggal 07 – 11 – 2013
Banyak yang aku lakukan demi masa depan yang aku tuju. Diantara angin angin yang aku nikmati dan udara kampus yang segar. Hari ini, aku mulai menyendiri ditengah siang bolong di belakang Labnama   orium yang di mana aku akan meneliti dari penelitian yang di berikan oleh dosen.
Aku banyak mengalami kemunduran dan down dalam masalah masalah yang aku terima selama ini. Tapi, mulai sekarang aku harus memotivasi diri ku untuk menjadi orang sukses.
Hari ini, tepat tanggal 7 November 2013, jam 14.07 wib. Aku akan menulis tentang kehidupan ku menuju kemapanan. Kemapanan Materi dan Kemapanan Iman. Aku tidak mau di kehidupan ku esok hanya mempunyai kemapanan materi saja, tetapi ingin juga mempunyai kemapanan hati.
Sebut saja nama ku Lian, Nama lengkap ku Lian Syah Putra. Umur ku Sekarang untuk saat ini 21 tahun dan hanya hitungan bulan lagi umur ku memasuki 22 tahun. Aku hidup di keluarga sederhana, tapi kalau saja aku mengingat kehidupan ku di masa lalu, batin ku menangis. Untuk sekarang aku sudah di berikan kebahagiaan yang luar biasa oleh Tuhan, Allah dalam agama ku.
Cappucino dan sebungkus rokok menemani ku untuk beberapa menit ini. Bunga bunga kertas, Kupu kupu berwarna coklat dan hembusan angin sepoi sepoi .. Indah.
Di dalam tulisan ku ini, aku akan menulis kehidupan ku di masa lalu hingga sekarang dan kedepannya. Sampai aku akan membahagiakan orang tua ku. Ya ... catatan kecil ini akan juga bermakna buat calon calon penerus  ku kelak dan mereka termotivasi dalam cerita kehidupan ku.
Di kehidupan ku di masa lalu bisa dikatakan orang yang serba berlebih. Aku hidup diantara bergelimang harta. Tapi semua hilang pada saat aku aku memasuki sekolah dasar kelas 2. Ya ... Ayah ku memasuki lembah hitam sejak aku masih kecil dan akhirnya ayah masuk kedalam jeruji besi ketika aku pada saat ini mulai memasuki berpikir yang logis.
Sore itu, sepasang manusia datang kerumah ku. Mereka memasuki rumah ku beserta ibu ku. Saat itu, aku sedang bermain dengan teman teman ku disekitar rumah. Ketika aku melihat mereka memasuki rumah, aku penasaran, Kenapa mereka datang kerumah ku, padahal waktu itu ayah tidak pulang berhari hari. Mungkin aku sudah terbiasa dengan keadaan itu.
Aku mengintip dari bilik jendela bahwa ibu ku menangis didepan sepasang manusia itu, aku heran kenapa ibu menangis ? Padahal mereka berdua tidak melakukan apa apa terhadap ibu. Aku mulai mulai gelisah dan memasuki rumah sehingga langsung kutanyakan pada ibu ku. Tetapi, ibu menyuruh aku keluar dari rumah untuk bermain. Tumben tumbennya ibu seperti ini, biasanya ibu tidak pernah melakukan hal yang seperti ini. Akibat dari penasaran hati ku, aku menguping dari bilik jendela itu lagi. Aku tidak mendengar dari percakapan itu dengan mereka berdua, kemudian aku hanya memerhatikan gerak gerik bisik ibu dan mereka berdua. Aku heran, dengan mereka berdua, mereka melakukan gerak gerik dan memperagakan seperti penembakan. Ah ... Sudahlah.
Ibu semakin menangis nangis ketika mereka melakukan gerakan seperti itu. Apa ini ? dalam batin ku seolah olah ayah di tembak oleh orang tidak di kenal atau musuh ayah ku, sebab aku mengetahui dulu bahwa ayah masuk organisasi yang cukup di segani di Pekanbaru. Aku mulai cemas, Aku mulai risau, Aku seperti di hantam ombak yang keras dan mulai di kikis kikis oleh hantaman ombak itu.
Ibu bergerak dari tempat duduknya dan bergerak keluar, dam , menyapaku untuk menyuruh ku  ke tempat ma`uo , Ya ... Kakak ayah ku. Rumah kakak ayah ku tidak jauh tempatnya dari rumah ku pada saat itu.
Mulai ku kayuh sepeda ku dengan cepat, bahwa aku harus menyampaikan pesan yang di berikan oleh ibu ku terhadap Kakak ayah. Sebenarnya, aku kurang mengetahui dan mendengarkan apa yang ibu ku ucapkan, mungkin akibat ibu ku sudah kalut dan hitam pikirannya begitu juga dengan aku.
Pada saat itu, yang aku tahu ayah sudah masuk kedalam jeruji besi dan menekam selama 5 tahun. Sebenarnya bukan ibu ku yang memberitahunya melainkan keluarga keluarga ayah ku. Ayah mengalami kasus NARKOBA.
Sebenarnya, kalau emang terjadi pada saat sekarang ini, aku mengalami shock berat, tetapi akibat aku dulu masih kecil aku hanya biasa biasa saja mendengarnya. Bagi ibu ku, Ini hantaman batin yang sangat dalam.
      
BERSAMBUNG ...
Tanggal  2 Agustus14

Baiklah, saya mulai bercerita lagi mohon maaf ya. Kebetulan aku sedang sibuk dengan kegiatan ku yang baru. Hehehehe..
Langsung singkat cerita saja, ayah ku masuk kedalam jeruji besi selama 5 tahun akibat ada penenggangan masa tahanan selama 3 tahun, jadi ayahku masuk selama 2 tahun. Dan selama 2 tahun ini aku melalang buana ke kampung orang, sudah 4 daerah aku kunjungi. 
Oke, aku mulai cerita daerah pertama yang aku kunjungi disinilah mulai permainan hidup yang diberikan tuhan kepada ku. 
Sebut saja ini nama daerah Tembilahan yang terletak di ujung Riau. Disini aku tinggal bersama kakak ayah ku, hari pertama disini, aku cukup bisa merasakan tawa . Disini aku disekolahkan oleh kakak ayah ku, yaa .. nama SD saja sudah lupa. Maklum faktor umur, hehhehhe .. 
Aku tidak lama di sini, kalau tidak salah hanya 3 bulanan. Aku tidak betah. Ya, karena abang sepupu ku hampir setiap hari menghantam badan ku yang dulu tidak seberapa. 
Kemudian aku ditarik oleh ibu ku kembali pulang. Aku sedikit terkejut dengan kehidupan sekarang. Disinilah aku mulai merasakan kehidupan dari 0 lagi. Yaa.. rumah kami berlantai tanah dan luasnya hanya tak seberapa. Kamar mandi pun tak ada, dinding hanya berlapis kayu. Cahaya hanya sebatas lampu minyak tanah. Ibu sudah menjual semua barang barang dirumah yang dulu untuk kehidupan kami. Nah, aku mulai merasakan kehidupan di sini aku bersama keluarga. Tak selang berapa lama aku ditarik lagi oleh adek nenek ku yang berada di Jakarta. Disinilah kehidupan ke dua dikampung orang. Lanjut cerita kita lakuin besok aja ya. Soalnya udah malem. Hehehehe .. 

                                         BERSAMBUNG..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar