Tanggal 07 – 11 – 2013
Banyak
yang aku lakukan demi masa depan yang aku tuju. Diantara angin angin yang aku
nikmati dan udara kampus yang segar. Hari ini, aku mulai menyendiri ditengah
siang bolong di belakang Labnama orium yang di mana aku akan meneliti dari
penelitian yang di berikan oleh dosen.
Aku
banyak mengalami kemunduran dan down dalam masalah masalah yang aku terima
selama ini. Tapi, mulai sekarang aku harus memotivasi diri ku untuk menjadi
orang sukses.
Hari ini,
tepat tanggal 7 November 2013, jam 14.07 wib. Aku akan menulis tentang
kehidupan ku menuju kemapanan. Kemapanan Materi dan Kemapanan Iman. Aku tidak
mau di kehidupan ku esok hanya mempunyai kemapanan materi saja, tetapi ingin
juga mempunyai kemapanan hati.
Sebut
saja nama ku Lian, Nama lengkap ku Lian Syah Putra. Umur ku Sekarang untuk saat
ini 21 tahun dan hanya hitungan bulan lagi umur ku memasuki 22 tahun. Aku hidup
di keluarga sederhana, tapi kalau saja aku mengingat kehidupan ku di masa lalu,
batin ku menangis. Untuk sekarang aku sudah di berikan kebahagiaan yang luar
biasa oleh Tuhan, Allah dalam agama ku.
Cappucino
dan sebungkus rokok menemani ku untuk beberapa menit ini. Bunga bunga kertas,
Kupu kupu berwarna coklat dan hembusan angin sepoi sepoi .. Indah.
Di dalam
tulisan ku ini, aku akan menulis kehidupan ku di masa lalu hingga sekarang dan
kedepannya. Sampai aku akan membahagiakan orang tua ku. Ya ... catatan kecil
ini akan juga bermakna buat calon calon penerus
ku kelak dan mereka termotivasi dalam cerita kehidupan ku.
Di
kehidupan ku di masa lalu bisa dikatakan orang yang serba berlebih. Aku hidup
diantara bergelimang harta. Tapi semua hilang pada saat aku aku memasuki
sekolah dasar kelas 2. Ya ... Ayah ku memasuki lembah hitam sejak aku masih
kecil dan akhirnya ayah masuk kedalam jeruji besi ketika aku pada saat ini
mulai memasuki berpikir yang logis.
Sore itu,
sepasang manusia datang kerumah ku. Mereka memasuki rumah ku beserta ibu ku.
Saat itu, aku sedang bermain dengan teman teman ku disekitar rumah. Ketika aku
melihat mereka memasuki rumah, aku penasaran, Kenapa mereka datang kerumah ku,
padahal waktu itu ayah tidak pulang berhari hari. Mungkin aku sudah terbiasa
dengan keadaan itu.
Aku
mengintip dari bilik jendela bahwa ibu ku menangis didepan sepasang manusia
itu, aku heran kenapa ibu menangis ? Padahal mereka berdua tidak melakukan apa
apa terhadap ibu. Aku mulai mulai gelisah dan memasuki rumah sehingga langsung
kutanyakan pada ibu ku. Tetapi, ibu menyuruh aku keluar dari rumah untuk
bermain. Tumben tumbennya ibu seperti ini, biasanya ibu tidak pernah melakukan
hal yang seperti ini. Akibat dari penasaran hati ku, aku menguping dari bilik
jendela itu lagi. Aku tidak mendengar dari percakapan itu dengan mereka berdua,
kemudian aku hanya memerhatikan gerak gerik bisik ibu dan mereka berdua. Aku
heran, dengan mereka berdua, mereka melakukan gerak gerik dan memperagakan
seperti penembakan. Ah ... Sudahlah.
Ibu
semakin menangis nangis ketika mereka melakukan gerakan seperti itu. Apa ini ?
dalam batin ku seolah olah ayah di tembak oleh orang tidak di kenal atau musuh
ayah ku, sebab aku mengetahui dulu bahwa ayah masuk organisasi yang cukup di
segani di Pekanbaru. Aku mulai cemas, Aku mulai risau, Aku seperti di hantam
ombak yang keras dan mulai di kikis kikis oleh hantaman ombak itu.
Ibu
bergerak dari tempat duduknya dan bergerak keluar, dam , menyapaku untuk
menyuruh ku ke tempat ma`uo , Ya ...
Kakak ayah ku. Rumah kakak ayah ku tidak jauh tempatnya dari rumah ku pada saat
itu.
Mulai ku
kayuh sepeda ku dengan cepat, bahwa aku harus menyampaikan pesan yang di
berikan oleh ibu ku terhadap Kakak ayah. Sebenarnya, aku kurang mengetahui dan
mendengarkan apa yang ibu ku ucapkan, mungkin akibat ibu ku sudah kalut dan
hitam pikirannya begitu juga dengan aku.
Pada saat
itu, yang aku tahu ayah sudah masuk kedalam jeruji besi dan menekam selama 5
tahun. Sebenarnya bukan ibu ku yang memberitahunya melainkan keluarga keluarga
ayah ku. Ayah mengalami kasus NARKOBA.
Sebenarnya,
kalau emang terjadi pada saat sekarang ini, aku mengalami shock berat, tetapi
akibat aku dulu masih kecil aku hanya biasa biasa saja mendengarnya. Bagi ibu
ku, Ini hantaman batin yang sangat dalam.
BERSAMBUNG
...
Tanggal 2 Agustus14Baiklah, saya mulai bercerita lagi mohon maaf ya. Kebetulan aku sedang sibuk dengan kegiatan ku yang baru. Hehehehe..
Langsung singkat cerita saja, ayah ku masuk kedalam jeruji besi selama 5 tahun akibat ada penenggangan masa tahanan selama 3 tahun, jadi ayahku masuk selama 2 tahun. Dan selama 2 tahun ini aku melalang buana ke kampung orang, sudah 4 daerah aku kunjungi.
Oke, aku mulai cerita daerah pertama yang aku kunjungi disinilah mulai permainan hidup yang diberikan tuhan kepada ku.
Sebut saja ini nama daerah Tembilahan yang terletak di ujung Riau. Disini aku tinggal bersama kakak ayah ku, hari pertama disini, aku cukup bisa merasakan tawa . Disini aku disekolahkan oleh kakak ayah ku, yaa .. nama SD saja sudah lupa. Maklum faktor umur, hehhehhe ..
Aku tidak lama di sini, kalau tidak salah hanya 3 bulanan. Aku tidak betah. Ya, karena abang sepupu ku hampir setiap hari menghantam badan ku yang dulu tidak seberapa.
Kemudian aku ditarik oleh ibu ku kembali pulang. Aku sedikit terkejut dengan kehidupan sekarang. Disinilah aku mulai merasakan kehidupan dari 0 lagi. Yaa.. rumah kami berlantai tanah dan luasnya hanya tak seberapa. Kamar mandi pun tak ada, dinding hanya berlapis kayu. Cahaya hanya sebatas lampu minyak tanah. Ibu sudah menjual semua barang barang dirumah yang dulu untuk kehidupan kami. Nah, aku mulai merasakan kehidupan di sini aku bersama keluarga. Tak selang berapa lama aku ditarik lagi oleh adek nenek ku yang berada di Jakarta. Disinilah kehidupan ke dua dikampung orang. Lanjut cerita kita lakuin besok aja ya. Soalnya udah malem. Hehehehe ..
BERSAMBUNG..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar